Seorang CEO mengadakan pesta di rumahnya yang besar dan mengundang para
eksekutifnya. Di belakang rumahnya terdapat sebuah kolam renang yang
sangat besar. Akan tetapi kolam renang itu berisi buaya-buaya yang
kelaparan.
CEO itu kemudian berkata kepada para eksekutifnya "saya pikir seorang
eksekutif harus diukur dengan keberanian. Keberanianlah yang menjadikan
saya seorang CEO, jadi ini adalah tantangan untuk kamu sekalian: jika
siapa saja punya cukup keberanian untuk berenang di kolam renang
melewati buaya-buaya itu dan berhasil sampai di seberang, saya akan
memberikan apa saja yang diinginkannya. Pekerjaan ku, uang ku, rumah ku,
semuanya!"
Semua orang tertawa dan mengikuti CEO itu untuk melihat bagian rumah
lainnya. Tiba-tiba mereka mendengar suara percikan air yang keras. Semua
orang berpaling dan melihat sang CFO dalam kolam renang, berenang untuk
menyelamatkan diri. Dia mengelak dari serangan buaya ke kiri dan ke
kanan dan berhasil tiba di pinggir kolam renang dalam sekian detik. Dia
keluar dari kolam renang begitu seekor buaya besar menyergap sepatunya.
Sang CEO yang kaget mendekati CFO itu dan berkata, "kamu luar biasa.
Saya tidak pernah melihat hal semacam itu seumur hidup ku. Anda berani
lebih dari perkiraan ku dan semua yang ku miliki menjadi kepunyaanmu.
Katakan apa yang bisa aku lakukan untuk mu."
Dengan napas terengah-engah CFO itu menatap dia dan berkata, "kamu bisa
memberitahukan saya siapa yang mendorong ku ke kolam renang!"
(Sumber : http://ceritalucuketawa.blogspot.com)
Selasa, 26 Maret 2013
Ibu Mau Meniggal
Pada suatu hari, seorang bocah kecil sedang mandi bersama ibunya.
Kemudian dia bertanya kepada ibunya, "Bu, apa yang ada di dada Ibu itu?"
Bingung menjawab, sang ibu bilang,"Tanya saja sama Bapakmu besok waktu
sarapan." Keesokan harinya ketika sedang sarapan dengan Bapaknya, si
bocah bertanya, "Pak! Tau nggak benda apa yang ada di dada Ibu?" Si
Bapak walaupun bingung tapi dapat cepat menjawab "Ooh... itu balon,
sayang, nanti kalo Ibu meninggal, kita bisa meniupnya supaya Ibumu bisa
terbang ke surga." Si bocah mengangguk-angguk mengerti. Beberapa minggu
kemudian, si Bapak pulang lebih awal dari kantor. Di depan rumah, dia
melihat anaknya lari ke arahnya sambil menangis tersedu-sedu. "Bapak...!
Ibu mau meninggal.." katanya memelas. Setelah menenangkan anaknya si
Bapak pun bertanya,"Mengapa kau mengira Ibumu mau meninggal?" Si bocah
menjawab,"Tadi Om tetangga seberang meniup balon Ibu, dan Ibu berteriak
"Oohh...! Ayo teruskan, aku hampir sampai..!
(Sumber : http://wwwsemalang.blogspot.com)
(Sumber : http://wwwsemalang.blogspot.com)
Sabtu, 23 Maret 2013
Kakek dan Cucu
Sore itu ada seorang kakek sedang
memperhatikan cucunya yang masih berumur 7 tahun
sedang bermain dihalaman depan rumah. Dilihat si cucu sedang main cacing
ditanah dan berusaha untuk memasukkan cacing
tersebut ke dalam lubang.
Kakek : Cu, apa yang kamu lakukan dari tadi ???
Malah buat
kakek tertawa..???
Cucu : Kenapa
ke, kok tertawa..??
Kakek : Dari tadi kakek lihat kamu berusaha
memasukkan cacing itu ke dalam lobang, pekerjaan
yang sia-sia.
Mana bisa kamu masukkan lagi
cacing itu,, dia kan licin ??
Cucu : Kalau aku bisa
memasukkan cacing ini lagi gimana kek ???
Kakek : Kakek kasih uang 20ribu jika kamu bias masukkin cacingnya lagi ke lobang
Lalu si Cucu masuk kedalam rumah dan
membuat kakek heran,,??. Setelah keluar, kakek melihat cucunya membawa HAISPRAY (cairan untuk rambut supaya jadi kaku). Tak lama.. si cucu menyemprotkan banyak-banyak haispray tersebut ke cacing sehingga menjadi sangat kaku dan dimasukkan kembali cacing itu kedalam lobang.
Melihat peristiwa tersebut, kakek malu merasa
kalah.. lalu,, Nich uang yg kakek janjikan dan si
kakek lekas masuk kedalam rumah sambil
membawa HAISPRAY dari tangan si cucu. Si cucu
girang minta ampun dapet rejeki nomplok.
Sekitar setengah jam, kakek mengahampiri cucunya lagi dan langsung memberi uang 50rb. Tentu si cucu kaget, "Lho kek, tadi aku kan udah dikasih kakek uang 20ribu, kok sekarang 50ribu ???. Kakek bilang : Iya yang 50ribu ini dari Nenek kamu..??!!!!(yang paham pasti ngerti maksudnya..hehehe ;-)
Langganan:
Komentar (Atom)


